Tuesday, July 3, 2018

Proses Terjadinya,Pencegahan, dan Penanggulangan Pencemaran Tanah


Proses Terjadinya,Pencegahan, dan Penanggulangan Pencemaran Tanah




Perubahan Fungsi Lahan Dan Pencemaran Tanah

Pergeseran fungsi lahan akibat industrialisasi, dengan merubah fungsi lahan pertanian telah menyebabkan luas daerah resapan air dibanyak daerah di Indonesia. Disamping merubah fungsi lahan kegiatan industri ini juga telah berdampak pada terjadinya pencemaran tanah dan badan air. Akibat pencemaran ini antara lain juga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian, terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain. 
Kegaiatan lain yang berdampak pada ikutan kerusakan dan pencemaran tanah, sedimentasi, erosi serta kekeringan, adalah kegiatan pertambangan. Kerusakan akibat kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi (landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining) meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi. Untuk memperoleh bijih tambang, permukaan tanah dikupas dan digali dengan menggunakan alat-alat berat. Para pengelola pertambangan meninggalkan areal bekas tambang begitu saja tanpa melakukan upaya rehabilitasi atau reklamasi.

Dampak negatif yang menimpa lahan pertanian dan lingkungannya perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena limbah industri yang mencemari lahan pertanian tersebut mengandung sejumlah unsur-unsur kimia berbahaya yang bisa mencemari badan air dan merusak tanah dan tanaman serta berakibat lebih jauh terhadap kesehatan makhluk hidup.

Terjadinya Pencemaran Tanah

Tanah dikatagorikan subur apabila tanah mengandung cukup nutrisi bagi tanaman maupun mikro organisme, dan dari segi fisika, kimia, dan biologi memenuhi untuk pertumbuhan. Tanah dapat rusak karena terjadinya pencemaran tanah.
Pencemaran tanah merupakan keadaan di mana materi fisik, kimia, maupun biologis masuk dan merubah alami lingkungan tanah. Pencemaran dapat terjadi karena kegiatan rutin manusia maupun akibat keceroban, seperti kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan yang tercemar dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan armada pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Apabibila diklasifikasikan maka pencemaran tanah dapat terjadi karena hal-hal di bawah ini, yaitu : 
Pencemaran langsung : Pencemaran ini misalnya terjadi karena penggunaan pupuk secara berlebihan, pemberian pestisida, dan pembuangan limbah yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaleng, botol, dan lain-lainnya.

Pencemaran melalui air : Air yang tercemar (mengandung bahan pencemar/polutan) akan mengubah susunan kimia tanah sehingga mengganggu jasad yang hidup di dalam atau di permukaan tanah.
Pencemaran melalui udara : Udara yang tercemar akan menurunkan hujan yang mengandung bahan pencemar yang mengakibatkan tanah tercemar juga.

Bahan-bahan kimia termasuk pestisida dan berbagai bentuk detergen disamping bermanfaat apabila dipergunakan secara berlebihan akan menimbulkan berbagai bentuk pencemaran terhadap lingkungan termasuk tanah. Beberapa jenis polutan tersebut menyebabkan jenis pencemaran yang relatif permanen karana bersifat sulit terurai di alam.

  1. Pestisida dipergunakan sebagai pembasmi hama tanaman.
  2. Insektisida dipergunakan sebagai chat pembasmi insekta atau serangga yang biasa mengganggu tanaman.
  3. Herbisida dipergunakan sebagai obat pembasmi tanaman yang tidak diharapkan tumbuh.
  4. Fungisida dipergunakan sebagai obat pembasmi jamur yang tidak di harapkan tumbuh .
  5. Rodentisida dipergunakan sebagai obat pemusnah binatang pengerat seperti tikus.
  6. Akarisida ( Mitesida ) dipergunakan sebagai pembunuh kutu.
  7. Algisida dipergunakan sebagai pembunuh ganggang.
  8. Avisida dipergunakan sebagai pembunuh burung.
  9. Bakterisida dipergunakan sebagai pembunuh bakteri.
  10. Larvisida dipergunakan sebagai pembunuh ulat.
  11. Moleksisida dipergunakan sebagai pembunuh siput.
  12. Nematisida dipergunakan sebagai pembunuh nematoda.
  13. Ovisida dipergunakan sebagai perusak telur.
  14. Pedukulisida dipergunakan sebagai pembunuh tuma.
  15. Piscisida dipergunakan sebagai pembunuh ikan
  16. Predisida dipergunakan sebagai pembunuh predator ( pemangsa ).
  17. Silvisida dipergunakan sebagai pembunuh pahon atau pembersih pahon.
  18. Termisida dipergunakan sebagai pembunuh rayap atau hewan yang suka melubangi kayu.
  19. Atraktan dipergunakan sebagai penarik serangga melalui baunya.
  20. Kemostrilan dipergunakan sebagai pensterilan serangga atau vertebrata.
  21. Defoliant dipergunakan sebagai penggugur daun untuk memudahkan panen.
  22. Desican dipergunakan sebagai pengering daun atau bagian tanaman lainnya.
  23. Desinfektan dipergunakan sebagai pembasmi mikro organisme
  24. Repellan dipergunakan sebagai penolak atau penghalau hama.
  25. Sterilan dipergunakan sebagai mensterilkan tanah dari jasad renik atau biji gulma.
  26. Surpaktan dipergunakan sebagai untuk meratakan pestisida pada permukaan daun .
  27. Stimulan dipergunakan sebagai zat yang dapat mendorong pertumbuhan tetapi mematikan terjadinya buah.
  28. dan lain-lain
Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.



Pencegahan Pencemaran Tanah
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran tanah yaitu:
  1. Sebelum dibuang ke tanah senyawa sintetis seperti plastik sebaiknya diuraikan lebih dahulu, misalnya dengan dibakar.
  2. Untuk bahan-bahan yang dapat didaur ulang, hendaknya dilakukan proses daur ulang, seperti kaca, plastik, kaleng, dan sebagainya.
  3. Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
  4. Sebelum dibuang, sampah harus dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang cepat busuk dan dapat didaur ulang menjadi kompos. Sampah anorganik seperti plastik, baterai, dan kaleng bekas, tidak dapat diurai oleh mikroorganisme sehingga harus dipisahkan.
  5. Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah, tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan.
  6. Penggunaan pestisida dengan dosis yang telah ditentukan.
  7. Penggunaan pupuk anorganik secara tidak berlebihan pada tanaman.
  8. Untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian tanaman, karena tanaman dapat menyerap air, seresah dedaunan yang dihasilkan dapat menyerap dan menahan air, serta perakarannya dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah tererosi.

Penanggulangan Pencemaran Tanah
Tanah yang telah terkontaminasi oleh berbagai jenis polutan dapat dipulihkan dengan metode pengolahan yang disebut dengan remidiasi. Remidiasi yaitu kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah. Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui diantaranya:
  • Jenis pencemar (organik atau anorganik), terdegradasi atau tidak, berbahaya atau tidak.
  • Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut.
  • Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfat (P).
  • Jenis tanah.
  • Kondisi tanah (basah, kering).
  • Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi tersebut.
  • Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda).
  1. Remediasi in situ
Remediasi in situ adalah pembersihan atau  pengolahan tanah terkontaminasi di lokasi. Remediasi in situ lebih murah dan lebih mudah dengan konversi biologi dan kimia, pemisahan daerah terkontaminasi agar tidak mencemari lingkungan lainnya.
  1. Remediasi ex situ
Remediasi ex situ adalah pengolahan tanah terkontaminasi digali dan diolah di suatu unit pengolahan antara lain, dapat dilakukan dengan cara memisahkan bahan pencemar dengan tanah, penguraian kontaminan dengan mikroba, pemanfaatan energi panas yang dapat menguapkan kontaminan dari tanah, dan ekstraksi kontaminan dari tanah. Remediasi ex situ ini jauh lebih mahal dan rumit.
  1. Bioremediasi
Bioremediasi merupakan proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Proses bioremediasi harus memperhatikan temperatur tanah, ketersediaan air, nutrien (N, P, K), perbandingan C : N kurang dari 30 : 1, dan ketersediaan oksigen.
Continue reading Proses Terjadinya,Pencegahan, dan Penanggulangan Pencemaran Tanah

Pencemaran Tanah


Pencemaran Tanah


Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan lingkungan di dalam tanah. Sumber utama dari adanya pencemaran tanah ini adalah adanya kebocoran limbah kimia yang biasanya ada di pabrik baik itu bahan kimia organic maupun yang kimia tulen. Biasanya di dalam pabrik tempat pembuangan limbah kimia ini terdapat di dalam bunker yang terdapat di dalam tanah sehingga sangat rawan terjadi kebocoran. Jika bunker tersebut sudah bocor maka selanjutnya yang terjadi adalah masuknya berbagai zat kimia tersebut ke dalam tanah dan merusak struktur tanah itu sendiri.
Penyebab Pencemaran Tanah
Sebagian besar pencemaran tanah dikarenakan adanya kebocoran bahan kimia baik itu yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja baik dalam skala besar ataupun skala kecil. Penggunaan pestisida pada lahan pertanian, masuknya bahan kimia yang terdapat di dalam air ke dalam permukaan tanah, adanya kecelakaan kendaraan pengangkut minyak yang masuk ke dalam tanah juga mampu menimbulkan pencemaran tanah. ketika bahan kimia sudah ada di dalam tanah maka bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam air, terbawa air hujan dan juga mampu menguap ke dalam udara sehingga efeknya akan menjadi efek domino dimana yang berbahaya bukan hanya pada tanah saja melainkan juga di dalam air dan udara.
Limbah sebagai penyebab pencemaran tanah merupakan hasil buangan baik dari limbah industri domestik maupun rumah tangga. Limbah ini seringkali juga disebut sebagai sampah dan kehadirannya tidak dipedulikan lagi oleh orang dan lingkungan. Secara kandungan zat di dalamnya limbah tergolong dari dua jenis yaitu bahan kimia organic dan anorganik. Adanya penumpukan limbah ini di dalam tanah akan mampu membuat dampk negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya. karena bahayanya inilah oleh karena itu sangatlah penting untuk membuat penanggulangan terhadap bahayanya.
Limbah industri yang mampu menyebabkan pencemaran tanah biasanya berasal dari pabrik, manufaktur, industri kecil, industri besar dan industri perumahan. Limbah yang dihasilkan ini bisa berupa limbah cair dan juga limbah padat. Adapun penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut ini:
1.       Limbah Padat – Limbah industri yang padat merupakan limbah buangan dari hasil industri pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging, plywood dan lainnya.
2.       Limbah Cair – Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan dari industri yang berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah industri kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini sangat berbahaya terutama jika mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi menganggu kesehatan manusia.
3.       Limbah anorganik – Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah yang tidak mampu mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme lainnya seperti jamur dan bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya adalah limbah kantong plastic, kaleng bekas, botol minuman, bekas botol air mineral dan lainnya. limbah anorganik ini memerlukan tindakan pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian pada tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya limbah ini.
4.       Limbah organic – Untuk jenis limbah organic merupakan limbah yang lebih ramah dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini terjadi karena limbah organic mampu diuraikan kembali oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Jenis limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah tangga yang dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organic ini tidak begitu berbahaya namun perlu diingat bahwa jika terlalu banyak sampah organic di dalam tanah maka penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat pertumbuhan berbagai tanaman di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak baik begitu lingkungan.
5.       Limbah industri – Limbah industri ini bisa berasal dari limbah indsutri kecil dari perumahan atau limbah industri besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha hotel, rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta, dan lainnya. limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah padat maupun cair dan organic maupun anorganik.
6.       Limbah pertanian – Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu menyebabkan pencemaran tanah. misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada pertanian sehingga menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan pestisida dan pupuk ini sudah melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.

Dampak Pencemaran Tanah


Setelah mengetahui penyebab dari pencemara tanah kemudian anda juga perlu untuk mengetahui apa saja dampak dari pencemaran tanah. ada beberapa bentuk dari dampak pencemaran tanah, diantaranya adalah berikut ini:
1. Dampak pada kesehatan
Adanya pencemaran tanah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Seberapa besar dampak ini pada kesehatan sebenarnya juga sangat tergantung pada jenis polutan serta seberapa sering dan banyak polutan yang terpapar ke dalam tubuh. semakin banyak dan sering polutan masuk ke dalam tubuh maka dampak penyakit yang akan dialami juga akan semakin besar dan juga sebaliknya. adapun berbagai jenis resiko polutan dan penyakitnya adalah sebagai berikut ini:
·         Kromium, yang merupakan zat kimia yang digunakan dalam berbagai pestisida dan juga herbisida ini mampu membuat munculnya dampak karsinogenik pada semua populasi bukan hanya untuk spesies manusia saja namun juga makhluk hidup lainnya.
·         Zat timbale, ini sangat berbahaya jika terlalu banyak terpapar ke dalam tubuh karena dapat mengakibatkan peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan kerusakan otak.
·         Benzene, jika tubuh terus menerus mengalami paparan benzene dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering maka bisa meningkatkan terkena penyakit leukemia atau kanker darah. tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.
·         Merkuri, tubuh yang terlalu sering mendapatkan paparan dari zat ini akan sangat mudah mengalami gangguan pada organ ginjalnya bahkan ada beberapa penyakit juga yang tidak bisa diobati karena zat ini.
·         Sikoldenia, zat ini memicu timbulnya infeksi dan gangguan pada fungsi organ hati
·         Karmabat, yang mampu membuat gangguan pada saraf otot sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam bergerak,
·         Klorin, zat cair yang mengandung klorin ini sangat berbahaya bagi tubuh karena mengganggu fungsi kinerja dari organ hati dan ginjal serta menyebabkan gangguan pada saraf pusat di dalam otak.
·         Selain dampak pada kesehatan yang telah disebutkan di atas, dampak pada kesehatan lainnya yang akan dirasakan oleh para penderitanya antara lain adalah gangguan pada penglihatan, pendengaran, ruam pada kulit, pusing, letih, lelah, dan gejala penyakit lainnya. apabila terjadi dosis yang sangat besar pada paparan pencemaran ke dalam tubuh bahkan bisa berakibat fatal pada kematian.
2. Dampak pada ekosistem
Dampak lainnya yang timbul dari adanya pencemaran tanah ini adalah dampak pada ekosistem yang telah ada. Tanah merupakan bahan yang sangat sensitive dan sangat mudah mengalami perubahan kandungan kimiawi dan struktur di dalamnya meskipun itu hanya sedikit saja jumlah dari zat kimia yang masuk ke dalam tanah. perubahan kandungan kimia di dalam tanah ini akan mengakibatkan perubahan metabolisme pada organism yang hidup di dalam tanah. akibat dari hal ini tidaklah sepele yaitu bisa memicu adanya putusnya rantai makanan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? jadi rantai makanan primer jika sudah terkontaminasi oleh pencemaran juga akan mempengaruhi rantai makanan yang ada di atasnya sehingga ini bisa memunsnahkan rantai makanan. Misalnya saja pengaruh zat DDT pada tanah yang di atasnya ditumbuhi oleh tanaman yang menjadi makanan burung maka telur dari burung tersebut akan menjadi rawan pecah.
Selain itu dengan adanya pencemaran tanah ini juga dapat menimbulkan zat kimia masuk ke dalam air tanah sehingga membuat berbagai jenis tumbuhan akan sulit tumbuh di atasnya. Kesuburan tanah pun akan menghilang dan ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.
3. Dampak pada pertanian
Dampak pencemaran tanah pada pertanian akan dapat terlihat jelas terutama pada perubahan metabolisme tanaman dan akhirnya dapat terlihat langsung dari adanya penurunan hasil pertanian itu sendiri. Pencemaran tanah ini juga akan mengakibatkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga tanah juga menjadi rawan mengalami erosi tanahkarena tidak ada penahannya lagi. Jika tanah mengalami pencemaran dalam jangka waktu yang lama maka bisa menyebabkan tanah tercemar secara permanen sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai lahan pertanian. Untuk itu sebaiknya para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida dalam jumlah yang berlebihan pada tanamannya karena ternyata bukan hanya membunuh hama namun juga membuat pencemaran di dalam tanah.
Penanganan Pencemaran Tanah
Dampak dari adanya pencemaran tanah ini sangat berbahaya bukan hanya bagi manusia saja namun juga bagi makhluk hidup lainnya. oleh karena itu setelah tanah mengalami pencemaran hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi tanah dan membuatnya sehat kembali. Ada dua cara yang bisa dilakukan sebagai cara penanganan pencemaran pada tanah, seperti berikut ini:
·         Remidiasi
Remidiasi ini dilakukan untuk membersihkan tanah yang tercemar. Saat ini telah diketahui dua cara untuk membersihkan tanah yaitu melalui in-situ dan juga ex-situ. Remidiasi denga in-situ dilakukan dengan cara membersihkan lahan kemudian dilakukan injeksi dan juga melakukan bioremidiasi. Cara ini lebih banyak dilakukan oleh orang karena biayanya yang murah dan jangka waktu penaganannya pun tidak terlalu lama. Sedangkan untuk remidiasi ex-situ dilakukan dengan cara menggali tanah yang mengalami pencemaran dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke daerah lain untuk diamankan. Biasanya tanah ini akan masuk ke dalam tangki atau bunker khusus kemudian ditambahkan berbagai zat yang mampu menghilangkan zat pencemar di dalamnya. setelah tanah menjadi aman dan bersih kemudian bisa diletakan lagi pada tempat sebelumnya. namun cara ex-situ ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal serta proses yang cukup rumit.
·         Bioremidiasi
Cara penanganan pencemaran tanah lainnya adalah dengan melakukan bioremidiasi. Sesuai dengan namanya, bioremidiasi dilakukan dengan menggunakan komponen biologi atau organisme lainnya untuk mengobati tanah. caranya adalah dengan memberikan beberapa mikroorganisme khusus yang mampu menguraikan berbagai zat pencemar di dalam tanah seperti jamur dan juga bakteri. Bioremidiasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan dengan cara yang alami.
Continue reading Pencemaran Tanah

Proses terjadinya dan Cara Menanggulangi efek rumah kaca

Proses terjadinya dan Cara Menanggulangi efek rumah kaca



Pengertian Efek Rumah Kaca

Secara umum efek rumah kaca diartikan sebagai proses naiknya suhu bumi yang disebabkan perubahan komposisi atmosfer. Menyebabkan sinar matahari tetap berada di bumi dan tidak dapat dipantukan secara sempurna, keluar atmosfer. Efek rumah kaca pertama kali dikenalkan pada masyarakat umum pada tahun 1824 oleh ilmuwan yang bernama Joseph Fourier.  Menurut pendapat yang Joseph Fourier sampaikan pada masyarakat. Dia menganggap efek rumah kaca adalah proses pemanasan yang disebabkan oleh komposisi atmosfer.  Apabila diartikan sesuai dengan proses dan akibat yang ditimbulkan dari efek rumah kaca, maka sebuah fenomena alam yang terjadi karena adanya pantulan sinar matahari yang melewati atmosfer bumi. Yang disebabkan oleh berbagai zat yang ada di permukaan bumi, parahnya fenomena ini dapat merusak selimut atmosfer.

Pada dasarnya efek rumah kaca merupakan fenomena alam yang wajar terjadi. Yang menjadi permasalahan adalah, femonema ini berjalan begitu cepat. Yang dapat mengakibatkan berbagai kerusakan di permukaan bumi. femonena ini dapat mengancam kehidupan manusia, dan merusak ekosistem dan juga merusak keseimbangan lingkungan. dan yang terpenting fenomena ini dapat menyakibatkan pemanasan global dan hal yang mengerikan lainnya. apabila fenomena ini tidak segera ditanggulangi.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca



Awalnya cahaya dari matahari yang keluar di pantulkan oleh dinding kaca, kemudian kembali ke angkasa. Beberapa sinarnya di serap oleh bumi yang nantinya berwujud sinar inframerah.
Di dalam efek rumah kaca, terdapat gas kaca yang keluar dan membentuk lapisan yang menyelimuti bumi. Gas kaca ini berupa CO2 (karbon dioksida), metana, NOx (nitrogen dioksida), serta beberapa gas lainya yang merupakan reaksi alamiah industri. Jika gas efek rumah kaca ini terlepas, maka partikelnya mampu naik sampai lapisan troposfer lalu membentuk lapisan yang menyelimuti bumi.
Inilah rincian energi yang memantul ke bumi lagi :
·         25% : dipantulkan awan dan partikel partikel lain
·         25% : di serap oleh awan
·         45% : di serap oleh permukaan bumi
·         10% : dipantulkan lagi oleh permukaan bumi
Bumi sendiri di lapisi oleh selimut yang di namakan lapisan atmosfer. Dengan adanya gas rumah kaca, akan ada partikel yang melayang di antara bumi dan lapisan atmosfer tersebut. Hal ini menyebabkan panas bumi memantul dari panas bumi yang harusnya di bawa keluar, namun panas bumi kembali masuk. Sehingga suhu bumi naik dan akhirnya menghangat.

Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca



1. Melakukan penghematan listrik

Listrik merupakan sebuah bentuk energi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Walaupun seluruh masyarakat tidak selalu menggunakan listrik, akan tetapi listrik merupakan energi yang diperlukan serta dipakai oleh kebanyakan masyarakat Indonesia guna menjalani serta memenuhi kebutuhan hidup modern. Akan tetapi, listrik yang bersumber dari pembangkit listrik sekarang ini rata-rata memakai bahan bakar fosil yang tentunya menghasilkan gas karbondioksida.
Penggunaan listrik yang semakin banyak tentunya akan membuat gas buangan karbondioksida juga semakin banyak sehingga efek rumah kaca akan semakin naik dan memburuk.

2. Menjaga hutan serta melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya

Salah satu alat yang bisa digunakan untuk membersihkan udara adalah dengan memanfaatkan berbagai macam jenis pohon yang berklorofil. Tanaman berklorofil juga mempunyai fungsi guna melakukan pengolahan karbondioksida, sinar matahari, air, serta berbagai macam unsur hara menjadi oksigen dan bahan organik.
Salah satu bagian penentu bagi kehidupan makhluk hidup diatas permukaan bumi adalah oksigen. Oleh sebab itulah keberadaan oksigen tentunya amat sangat dibutuhkan. Ketika tidak ada oksigen di atas permukaan bumi, maka makhluk hidup termasuk manusia tidak akan bisa bernafas dan tidak akan bisa hidup. Untuk itulah, supaya kondisi udara semakin mudah dibersihkan dari berbagai macam pencemaran, maka kita harus melakukan penanaman pohon sebanyak mungkin di atas permukaan bumi.

3. Meminimalisir pemakaian kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa proses pembakaran pada kendaraan berbahan bakar minyak akan menghasilkan gas karbondioksida. Jadi, yang menyebabkan munculnya gas karbon dioksida bukan hanya terjadi pada pembakaran bahan bakar fosil, namun juga hasil dari pembakaran bahan bakar layaknya bensin maupun Solar. Ketika banyak kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, maka konsentrasi gas karbondioksida di udara juga akan semakin meningkat.

4. Melakukan pengolahan sampah dengan baik

Bisa dikatakan, Salah satu masalah manusia dimanapun mereka berada adalah sampah. Salah satu jenis sampah yang cukup sulit terurai adalah sampah plastik. Keindahan lingkungan serta kebersihannya juga tentunya akan sangat terganggu ketika berbagai macam jenis sampah baik plastik maupun sampah lainnya semakin menumpuk. Kadangkala, dengan semakin menumpuknya sampah akan membuat masyarakat segera membakar sampah walaupun sebenarnya proses pembakaran sampah tersebut akan menyebabkan masalah baru.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ada beberapa sampah yang tidak harus dibakar, namun sampah tersebut bisa didaur ulang. Hal tersebut dikarenakan proses pembakaran sampah akan membuat kadar gas karbondioksida di atmosfer semakin meningkat yang mana kondisi ini akan membuat pemanasan global atau efek rumah kaca semakin memburuk. Oleh sebab itulah alangkah baiknya sampah-sampah yang ada di sekitar kita dipilih dan dipilih terlebih dahulu sebelum kita masuk ke tindak lanjut berikutnya.
Jenis-jenis sampah yang bisa didaur ulang, maka sebaiknya didaur ulang. Beberapa jenis sampah yang bisa terdekomposisi juga lengkap baiknya dijadikan pupuk kompos sehingga kadar karbondioksida akibat dari proses pembakaran sampah semakin diminimalisir. Solusi ini Tentunya cukup efektif di dalam menanggulangi efek rumah kaca yang diakibatkan akibat dari asap hasil pembakaran sampah yang tentunya akan sangat mencemari udara dan juga bisa mengganggu sistem pernafasan.

5. Menggunakan secara bijak peralatan yang memakai CFC

CFC atau chlorofluorocarbon merupakan sebuah senyawa yang pada umumnya dipakai pada peralatan rumah tangga seperti kulkas dan AC atau pendingin ruangan. Penerapan teknologi ini memang sangat bermanfaat untuk manusia, namun juga perlu adanya perhatian akan Dampak yang diakibatkan dari pemanfaatan teknologi ini.
Jersey adalah salah satu jenis senyawa yang ikut berperan serta didalam mengakibatkan pemanasan global serta efek rumah kaca. Oleh sebab itulah mengurangi pemakaian alat yang memakai CFC adalah solusi jitu di dalam mengurangi pemanasan global serta efek rumah kaca yang cukup efektif.

6. Melakukan budidaya peternakan dan pertanian yang baik

Proses budidaya di peternakan dan pertanian yang memakai berbagai macam bahan kimia sintetik seperti pupuk serta pestisida tentu akan mengakibatkan adanya pencemaran dan kerusakan di lingkungan. Oleh sebab itulah, sistem pertanian jenis organik yang tidak mencemari serta merusak lingkungan sudah mulai diterapkan hampir diseluruh dunia.
Akan tetapi, pemakaian berbagai macam jenis bahan organik yang tidak pas juga ternyata memiliki efek cukup buruk di lingkungan pertanian. Pemakaian jenis pupuk organik seperti kotoran ternak yang belum matang ikut berkontribusi didalam menyebabkan efek rumah kaca. Hal tersebut tentunya dilatarbelakangi karena kotoran ternak yang belum matang adalah salah satu sumber gas metana yang mana Gas tersebut adalah salah satu hal yang menyebabkan efek rumah kaca
Continue reading Proses terjadinya dan Cara Menanggulangi efek rumah kaca

DAMPAK DAN PENYEBAB GLOBAL WARMING


DAMPAK DAN PENYEBAB GLOBAL WARMING


banyak dampak yang sangat merugikan yang dihasilkan dan dirasakan oleh semua makhluk hidup di muka bumi karena adanya golbal warming atau pemanasan global yang semakin hari semakin meningkat
·         Iklim Tidak Stabil
Pada daerah yang panas udaranya akan semakin lembab karena semakin banyak air laut yang menguap.Semakin banyaknya air yang menguap akan berdampak pada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama akan semakin menambah panas bumi, karena air juga merupakan zat pembentuh rumah kaca.Kemungkinan kedua akan terbentuk lebih banyak awan yang akan memantulkan langsung sinar dari matahari. Proses kedua tersebut lebih bagus karena dapat menurunkan panas bumi.
·         Curah Hujan Meningkat
Kelembapan yang tinggi dan semakin besarnya air yang menguap mengakibatkan curah hujan meningkat tajam, yaitu sekitar 1% setiap derajat Fahrenheit peningkatan panas. Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir curah hujan telah naik 1%.Meski curah hujan meningkat namun air tersebut lebih cepat menguap lagi. Itulah keanehan yang dirasakan oleh para petani dan pekebun.
·         Mencairnya ES di kutub
selama global warming / pemanasan global suhu di kutub utara semakin hangat sehingga gunung-gunung es mencair. Semakin sedikit es yang terapung di lautan. Akibatnya daratan es juga semakin sedikit. Di daerah subtropis semakin sedikit gunung yang puncaknya tertutup es.
·         Dampak Sosial dan Politik
Dampak sos-pol akibat global warming difahami oleh elit negara-negara di dunia. Polemik global warming dihubungkan dengan industri di negara maju yang kurang memperhatikan efeknya terhadap global warming. Sementara negara berkembang dianggap paling berperan dalam penanggulangan global warming karena masih memiliki hutan yang luas

·         Terjadinya Pola Penyimpangan El Nino dan La Nina
El Nino dan La Nina merupakan bentuk gejolak dinamika laut dan atmosfer yang mempengaruhi cuaca di sekitar laut pasifik. Keduanya adalah bentuk penyimpangan iklim. El Nino adalah penyimpangan iklim di samudra pasifik yang ditandai dengan naiknya suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur. Sedangkan La Nina adalah kebalikannya yaitu menurunnya suhu permukaan air laut di bagian timur ekuator lautan pasifik. Contoh akibat El Nino adalah matinya aneka macam hayati di laut dan rusaknya terumbu karang. Hal ini karena adanya apwelling. Yaitu arus naik ke permukaan yang membawa banyak 
·         Pergeseran Ekosistem
Pergeseran ekosistem sangat berbahaya karena dapat meningkatkan penularan penyakit melalui air. Pertumbuhan ekosistem hawan, virus dan bakteri berbahaya tak terkendali

Penyebab Global Warming


  • Efek Rumah Kaca : efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun  jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim. 
  • Meningkatnya Gas Rumah Kaca : Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam. 
  • Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol : CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC. 
  • Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin : Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa. 
  • Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan : Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi. 
Pengrusakan Hutan : Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin 



Continue reading DAMPAK DAN PENYEBAB GLOBAL WARMING